Menteri HAM Mengatakan Telah Mengenal Madina Sejak Lama.

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

Panyabungan, Mandailingpos- Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengaku telah mengenal Madina sejak lama. Dulu, sewaktu menjabat kepala seksi di Balai Latihan Kerja Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, dia sering melewati Madina saat menuju Medan dari Padang maupun sebaliknya.

Hal itu dikatakannya di Pendopo Rumah Dinas Bupati Madina, Desa Parbangunan, Panyabungan, Sabtu, (18/10/ 2025), di sela deka lawatannya di Kabupaten Mandailing Natal selama dua hari.

Dalam kesempatan itu Hadir Bupati Mandailing Natal, Saipullah Nasution, Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, Dandim 0212 Tapanuli Selatan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, Kapolres Madina AKBP Arie Sopandi Paloh, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Madina Ny. Yupri Astuti Saipullah, Pj. Sekda Drs. M. Sahnan Pasaribu, para asisten, dan sejumlah kepala OPD.

Natalius Pigai juga menceritakan sedikit pengalamannya ketika bersembunyi di Pahae Julu sekitar tahun 1999. Saat itu, Natalius Pigai dicari-cari pihak pemerintah karena sepak terjangnya sebagai aktivis. “Waktu saya masih aktivis, waktu kami dicari-cari. Kami sembunyinya di Tanah Batak,” papar dia.

BACA JUGA:  Wabup Madina Sebut RKPD Harus Relevan dengan Visi Misi Kepala Daerah

Menteri Natalius Pigai menjelaskan, pengakuan terhadap HAM sudah melekat dalam kehidupan masyarakat Mandailing yang termaktub dalam Poda na Lima. HAM itu, kata dia, dimulai dari kebersihan hati. “Paias rohamu. Itu, kan, di Poda na Lima,” tanya dia disambut tepuk tangan undangan yang hadir.

Menteri juga sepakat dengan Bupati Saipullah terkait pentingnya peranan Dalihan na Tolu. Dia menilai itu sebagai akar kehidupan bermasyarakat di Bumi Gordang Sambilan.

“Kemudian dengan tadi apa Bapak Bupati sampaikan Dalihan na Tolu. Itu Dalihan na Tolu itu artinya pohon kehidupan. Ada akarnya, ada batangnya, dan ada rantingnya, dan ada daunnya,” jelas dia.

Kementerian HAM, kata Natalius Pigai, memiliki anggaran yang bisa diakses oleh masyarakat berupa pelatihan dan pendidikan bagi komunitas-komunitas yang bergerak di bidang advokasi hak-hak dasar manusia.

Sedangkan Bupati Madina, Saipullah Nasution mengaku bangga karena Menteri Natalius Pigai memilih berkunjung ke Madina. “Ini adalah suatu kehormatan yang luar biasa. Kami sangat senang dan tentu kami, besar harapan, dapat melaksanakan hal-hal yang bisa kami dukung dalam rangka menyukseskan tugas pokok dan fungsi yang Bapak laksanakan,” kata dia.

BACA JUGA:  HUT IBI ke 74, Ada Pelayanan KB Gratis di Puskesmas Kotanopan

Di hadapan Menteri Pigai, bupati memaparkan letak geografis, potensi ekonomi, kondisi sosial dan masyarakat, serta peranan adat dalam pembangunan.

“​Bapak Menteri, tentu kami di Kabupaten Mandailing Natal mempunyai salah satu kekayaan adat yang mengedepankan kekerabatan, namanya Dalihan na Tolu,” ujar dia.

Bupati Saipullah menerangkan pengakuan terhadap HAM telah tumbuh di dalam jiwa masyarakat Madina yang lekat dengan agama dan adat budaya sejak usia dini.

“Sehingga perhatian atau gagasan maupun fokus kami terhadap Hak Asasi Manusia, insyaallah, akan sejalan dengan tugas yang Bapak pandu,” pungkas bupati.

Dalam kesempatan ini, Pemkab Madina memberikan cendera mata kepada Kementerian HAM. Pun sebaliknya, pemerintah daerah menerima piagam penghargaan.

Reporter : Rls

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!