Pemprovsu Siapkan Anggaran Rp 430 Miliar Pemulihan Pasca Bencana

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

Medan, Mandailingpos- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ( Pemprovsu) siapkan anggaran sebesar Rp 430 miliar untuk penanganan pemulihan pascabencana banjir dan longsor.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Muhammad Bobby Afif Nasution dalam rapat koordinasi (rakor) pemulihan pascabencana bersama Satgas Rehabilitasi Pascabencana Sumatera di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, pada Senin, (12/1/ 2026).

Anggaran tersebut dialokasikan ke lima bidang prioritas, yakni infrastruktur sekitar Rp 275 Miliar, komunikasi dan informatika sebesar Rp 1,68 Miliar, sektor pendidikan Rp 36,8 Miliar, kesehatan Rp 6,9 Miliar, dan bantuan keuangan kepada pemerintah daerah sebesar Rp o110 Miliar.

“Kami akan lakukan pergeseran anggaran untuk pemulihan pascabencana, bidang pendidikan dibagi dua untuk infrastruktur dan SPP gratis di daerah bencana,” kata Bobby.

Selain itu, Pemprovsu berencana membangun 200 unit hunian tetap ( huntap) dengan total anggaran Rp 12 miliar. Nilai tersebut setara dengan huntap yang dibangun pemerintah pusat, yakni Rp 60 juta per unit.

BACA JUGA:  Pemda se-Sumut Teken MoU RJ dengan Kejaksaan

“Kami tunggu datanya dari kabupaten/kota dan menyinkronkan dengan data BNPB, bila memang huntap sudah ter-cover semua oleh BNPB, kami akan tambahkan anggaran ini untuk BNPB, jadi rumah yang dibangun BNPB nilainya nanti lebih dari Rp 60 juta,” jelas Gubsu.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, pemerintah pusat menyiapkan 5.951 unit huntap untuk Sumut. Selain itu ada bantuan perbaikan jalan dan jembatan, serta pengiriman bantuan logistik dan kebutuhan lainnya.

“Walaupun status bencana sudah dicabut, kami akan tetap membantu bapak/ibu semua dalam pemulihan, tidak ada lagi masyarakat di pengungsian saat puasa, semua di huntara, menyewa rumah atau di rumah kerabat yang biayanya kita tanggung,” sebut dia.

Suharyanto menjelaskan, biaya tersebut berupa bantuan Rp 600 ribu per jiwa per bulan bagi pengungsi, Rp 3 juta untuk pengganti isi rumah, dan Rp 5 juta untuk modal usaha bagi pengusaha yang terdampak.

Ketua Satgas Pemulihan Bencana Sumatera Tito Karnavian mengatakan, ada sejumlah indikator yang menunjukkan daerah bencana telah kembali normal. Antara lain berjalannya pemerintahan dari tingkat provinsi hingga desa, layanan publik yang baik, akses darat yang lancar, aktivitas ekonomi, serta ketersediaan SPBU, gas LPG, listrik, internet, dan air minum dalam kondisi baik.

BACA JUGA:  Saipullah - Atika Dilantik Menjadi Bupati dan Wakil Bupati Madina

“Kalau dilihat dari pemetaan kami, Sumut sudah membaik secara umum, hanya tinggal beberapa daerah yang masih perlu kita percepat seperti Tapsel, Tapteng, Taput, Sibolga, yang beberapa indikatornya masih belum baik,” kata Tito Karnavian.

Rakor tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, Wakil Gubernur Sumut Surya, unsur Forkopimda, dan seluruh bupati dan walikota daerah terdampak bencana.

Reporter : Rls

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!