Batang Toru, Mandailingpos – Anggota DPRD Sumatera Utara, H. Aswin Parinduri, melaksanakan reses III masa sidang II tahun 2025–2026 di Desa Hapesong Lama Kecamatan Batangtoru , Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (20/05/2026).
Reses diikuti ratusan masyarakat berasal dari beberapa elemen di desa itu. Hadir Pejabat Kepala Desa Friyanto bersama perangkatnya, BPD dan undangan lainnya.
Juga tampak hadir mendampingi Aswin Parinduri Ketua DPD Partai Golkar Tapsel yang juga Ketua DPRD Tapsel Rahmad Nasution bersama ketua/anggota Fraksi Golkar DPRD Tapsel Andesmas Siregar, Zulkarnain Dalimunthe dan Ali Adanan Nasution.
Kehadiran masyarakat yang cukup antusias menjadikan reses sebagai ruang dialog terbuka untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat dari propinsi itu.

Pejabat Kepala Desa Hapesong Lama Friyanto menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada H. Aswin Parinduri yang telah memilih desanya sebagai lokasi pelaksanaan reses.
“Kami mengucapkan terima kasih karena Desa Hapesong Lama menjadi tempat pelaksanaan reses. Ini merupakan kesempatan berharga bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung,” ujarnya.
Ketua DPD Golkar Tapsel yang juga Ketua DPRD Tapsel H.Rahmad Nasution mengharapkan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi yang akan diperjuangkan di propinsi sesuai kewenangan dan kemampuan yang ada.
” Saya mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat masyarakat Desa Hapesong Lama dalam reses ini.Semoga silaturrahmi dan kebersamaan ini membawa berkah bagi kita semua,” katanya.
Sementara Aswin Parinduri menyampaikan kehadirannya ditengah- tengah masyarakat bukan hanya sebagai anggota DPRD Sumut dan Ketua Fraksi Golkar, tetapi sebagai anak daerah yang memiliki tanggung jawab moral untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat hingga ke tingkat provinsi.

” Reses bukan sekedar kegiatan formalitas melainkan wadah untuk mendengar secara langsung apa yang menjadi kebutuhan harapan, kritik dan keluhan masyarakat ,” katanya.
Menurutnya, sesungguhnya pembangunan tidak boleh hanya dibicarakan di ruang rapat atau kantor pemerintahan.
” Pembangunan harus lahir dari suara rakyat. Dari desa- desa seperti Hapesong Lama inilah arah pembangunan daerah sebenarnya ditentukan, ” ucapnya.
Dalam dialog yang berlangsung, berbagai usulan mengemuka, mulai dari perlunya pembangunan infrastruktur, sarana air bersih, penguatan sektor pertanian, pendidikan, lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat.
Warga juga berharap adanya penanganan untuk lahan pertanian terkena banjir beberapa bulan lalu, pengadaan honor yang layak untuk guru MDA, pembuangan sampah yang layak di SD setempat dan kebutuhan lainnya.
Reporter Munir Lubis



















