2 Warga Batang Toru Tertimbun Longsor

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype
Oplus_131072

Batangtoru, Mandailingpos– Hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (18/5/2026) sore, menyebabkan bencana tanah longsor di Lingkungan II, Kelurahan Wek I. Dua warga tertimbun material longsor dan hingga malam hari masih dalam proses pencarian tim gabungan.

Kapolsek Batangtoru, AKP Penggar M. Siboro, membenarkan peristiwa tersebut. Longsor terjadi sekitar pukul 19.00 WIB setelah hujan lebat mengguyur kawasan itu sejak pukul 17.00 WIB.

“Korban tertimbun longsor belum ditemukan. Saat ini proses pencarian masih dilakukan bersama masyarakat dan tim gabungan,” ujar AKP Penggar M. Siboro saat dikonfirmasi, Senin malam.

Warga yang dilaporkan hilang tertimbun longsor adalah Yasine Gulo (43), petani, warga Kelurahan Wek I, Kecamatan Batangtoru.
Sariman Gulo (25), warga Kelurahan Wek I, Kecamatan Batangtoru. Keduanya diperkirakan tertimbun material longsor saat berada di belakang rumah untuk memperbaiki saluran air yang tersumbat akibat hujan deras.

Menurut keterangan Viki, anak bungsu Yasine Gulo, peristiwa bermula ketika air mulai masuk ke rumah mereka yang berada di kawasan perbukitan.

BACA JUGA:  Ini Dia Motif Pembunuhan Diva Febriani di Natal dan Ibu Kandung di Pakantan

Sariman Gulo lebih dulu menuju bagian belakang rumah untuk memeriksa aliran air yang tersumbat. Lokasi tersebut berada sekitar 50 meter dari rumah dengan kondisi tanah menanjak dan rawan longsor.

Tidak lama kemudian, Yasine Gulo menyusul anaknya guna membantu memperbaiki saluran air agar genangan tidak masuk ke dalam rumah.

“Abang duluan pergi ke belakang rumah. Setelah itu ibu ikut menyusul untuk membantu memperbaiki saluran air,” kata Viki.

Sekitar 15 menit berselang, terdengar suara gemuruh keras dari arah bukit. Material longsor langsung meluncur deras dan menimbun area tempat kedua korban berada.

“Saya lihat batu dan tanah dari atas bukit langsung turun. Saya sempat memanggil ibu dan abang, tapi tidak ada jawaban,” ujarnya dengan nada sedih.

Hingga beberapa jam setelah kejadian, kedua korban belum kembali sehingga keluarga dan warga memastikan keduanya diduga tertimbun longsor.

Personel Polsek Batangtoru bersama BPBD Tapanuli Selatan, TNI, relawan, dan masyarakat langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian.

Namun proses evakuasi mengalami kendala karena kondisi medan yang sempit, licin, dan tanah yang masih labil akibat hujan yang terus turun.

BACA JUGA:  Kapolres Madina Serahkan SPT Jasa Raharja Almarhum Fathia

Tim gabungan terpaksa melakukan pencarian secara manual menggunakan cangkul, linggis, dan tali. Alat berat juga belum dapat masuk maksimal ke titik longsor.

“Hingga malam ini korban masih belum ditemukan. Kami terus berupaya melakukan pencarian,” kata AKP Penggar M. Siboro.

Reporter : Rls

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!