Bupati Madina Sebut Rumah Rusak Terdampak Banjir Capai 2400

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

Siabu, Mandalingpos – Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution mengatakan, Pemkab telah melakukan pendataan di seluruh desa yang terdampak banjir, baik kerusakan harta benda, perabot rumah tangga, maupun rumah warga. Data sementara mencatat sekitar 2.400 rumah mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga berat.

Hal itu disampaikan H. Saipullah Nasution di hadapan ratusan jemaah  Sejuta Salawat di Desa Hutagodang Muda, Kecamatan Siabu, Kamis, (22/1/ 2026). 

Saipullah menjelaskan, pemerintah pusat melalui Menteri Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menginstruksikan bantuan untuk perbaikan rumah warga. Bantuan tersebut berupa Rp. 15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp 30 juta untuk rusak sedang, serta Rp 60 juta untuk rusak berat.

“Selain itu, terdapat tujuh desa yang diusulkan untuk direlokasi karena dinilai tidak aman ditempati akibat bencana yang berulang setiap tahun,” sebut dia.

Saipulah juga meminta Pemerintah dan masyarakat harus bergandengan tangan membangun Madina agar mampu mengejar ketertinggalan dari daerah lain.
Selain itu, H. Saipullah Nasution  juga mengungkap niatnya ikut serta dalam mengikuti Sejuta Salawat ini. 

Awalnya dia mengutarakan bahwa kehadiran jemaah dalam majelis itu membawa niat yang beragam, mulai dari keinginan agar usaha lancar, mendapatkan jodoh yang baik, sampai kesuksesan sekolah. 

BACA JUGA:  Di Kotanopan, Bupati Madina Santuni 350 Anak Yatim

“Saya mengikuti Sejuta Salawat ini untuk meminta bimbingan dan kekuatan dari Allah Swt. agar mampu menjalankan roda pemerintahan dengan sebaik-baiknya. Saya berharap Madina selalu berada dalam keadaan aman dan damai, serta Indonesia terus bergerak menjadi negara maju,” kata dia.

Menurut Saipullah, kegiatan Sejuta Salawat ini merupakan momentum untuk memperkuat doa dan harapan. Untuk itu, dia berpesan agar pengajian serupa terus berlangsung. 

Reporter : Rls 

 

 

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!