MUI Madina : Penetapan 1 Syawal, Baiknya Menunggu Keputusan Pemerintah

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype
Oplus_131072

Panyabungan, Mandailingpos– Menyikapi kemungkinan adanya perbedaan dalam penetapan 1 Syawal atau Idul Fitri 1447 H tahun 2026 ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mandailing Natal menyarankan sebaiknya menunggu keputusan pemerintah saja.

” Terkait pelaksanaan shalat Idul Fitri atau jatuhnya 1 Syawal, sesuai dengan fatwa MUI kita menunggu sidang Isbat Menteri Agama ( pemerintah)”, sebut Ketua MUI Madina H. Muhammad Nasir Nasution, Senin (16/03/2926).

Disampaikannya, untuk sementara waktu melihat jadwal Imsakiyah yang dikeluarkan MUI Sumatera Utara, hari Kamis tanggal 29 Ramadhan posisi bulan belum mencapai 3 derajat.

Sementara, lanjut Muhammad Nasir, sesuai dengan kesepakatan Menteri Agama, negara Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura itu minimal harus 3 minimal.

” Apabila posisi bulan tidak mencapai 3 derajat, maka dipakai metode istigmaliyah. Walaupun demikian, kita tetap menunggu keputusan Menteri Agama setelah sidang Isbat”, ujar Muhammad Nasir.

Dijelaskannya, terkait adanya perbedaan penetapan 1 Syawal, ada yang hari Jum’at dan ada yang hari Sabtu. Sesungguhnya tidak ada permasalahan. Ada kaedah, ayo kita bergandeng tangan dalam hal yang disepakati dan berlapang dada jika terjadi perbedaan.

BACA JUGA:  Muniruddin Ritonga, Melindungi Anak Hari Ini Menyelamatkan Bangsa Kedepan

Dalam kesempatan itu, ketua MUI juga menghimbau masyarakat dalam beridul Fitri tetap menjaga ketertiban, keamanan dan menghindarkan segala sesuatu yang merugikan orang lain. Termasuk pemakaian petasan dan senjata replika.

Ini tentunya sejalan dengan apa yang disampaikan Bupati Mandailing Natal melalui surat edaran yang di sampaikan ke desa desa.

Reporter ; Lokot Husda Lubis

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!