Panyabungan, Mandailingpos – Pendidikan Dasar Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan II Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama ( PCNU) Kabupaten Mandailing Natal, Senin dinihari (9/2/2026) resmi ditutup. Pembaitan peserta tandai penutupan kaderisasi ini di halaman Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru.
Materi pembaiatan merupakan simbol komitmen dan kesetiaan para kader Nahdlatul Ulama untuk menjaga dan mengembangkan paham Ahli Sunnah Waljamaah. Prosesi pembaiatan ini dihadiri para peserta, pengurus, dan tokoh tokoh Nahdlatul Ulama lainya.
Ketua PCNU Madina H. Mustafa Bakri Nasution, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Instruktur dari PBNU pusat yang telah memberikan materi dan ilmu. Beliau berharap ilmu yang diperoleh dapat dijalankan dan dikembangkan di bumi gordang sambilan ini.

H. Mustafa Bakri juga mengucapkan selamat kepada peserta yang telah lulus kaderisasi dan kembali kerumah bergabung dengan keluarga dalam keadaan sehat dan selamat. Ia juga berpesan agar peserta dapat mengembangkan Ilmu untuk kemaslahatan umat dan bangsa, serta negara.
Ketua PCNU Madina juga berharap, melalui kader dasar Nahdlatul Ulama ini peserta dapat memahami tanggung jawab mereka dalam menjaga dan mengembangkan paham Ahli Sunnah Waljamaah. Bukan itu saja, peserta juga diharapkan menjadi seorang kader yang tangguh, solid dan berdedikasi tinggi dalam memperjuangkan nilai-nilai Islami Ahlussunnah Wal Jamaah.

Peserta terlihat terharu saat mendengarkan suara instruktur berbicara tentang nilai nilai serta makna pesan dari para kyai dan syeh syeh pendiri paham Ahli Sunnah Waljamaah. Salah satu tokoh besar legendaris pendiri Nahdlatul Ulama di Sumatera Utara adalah H Syeh Mustafa Husein Nasution.
Salah seorang I nstruktur berkata, bahwa dirinya hanya seperti sebutir debu di atas dunia, dan merasa tidak Ada apa-apanya dibandingkan dengan guru-guru dan syeh besar di Mandailing Natal.
Penutupan PD-PKPNU Angkatan II ini penuh dengan nuansa jiwa kesatria, dan persaudaraan. Peserta saling berpelukan, menggambarkan satu jiwa bersama untuk perjuangan Ahli Sunnah Waljamaah ke depan. Suasana haru dan penuh khidmat memenuhi lapangan terbuka Pesantren Musthafawiyah.
Reporter : Rls



















