Kotanopan, Mandailingpos- Mendukung program Asta Cita Presiden RI yang berfokus kepada swasembada pangan, anggota DPRD Propinsi Sumatera Utara dari Fraksi Gerindra Rahmat Rayyan Nasution dan Kadis Pertanian Kabupaten Mandailing Natal Taufik Zulhandra Ritonga melakukan penanaman jagung di wilayah Saba Garabak Desa Hutapungkut Jae Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal, Kamis (30/ 10/2025).
Acara pertanaman jagung direncanakan seluas 10 hektar itu diawali dengan penyerahan 810 kilogram bibit jagung hibrida kepada tujuh kelompok tani yang ada di kecamatan itu termasuk kelompok tani Abadi Hutapungkut Jae yang memberikan dukungan penuh akan terlaksanya kegiatan program ketahanan pangan nasional bagi masyarakat di daerah itu.
Ketujuh kelompok tani yang menerima bantuan, masing-masing kelompok tani Abadi Desa Hutapungkut Jae, Satahi Desa Muarasiambak, Marsada Kelurahan Pasar Kotanopan, Harapan Maju Kelurahan Pasar Kotanopan, Rangga Soli Kelurahan Pasar Kotanopan, Gigih Desa Sayurmaincat dan Harapan Maju Desa Tombang Bustak.

Turut hadir dalam kegiatan ini Camat Kotanopan Muslih Lubis, Kapolsek AKP Syarifuddin Nasution, mewakili Danramil 14 Pelda SB.Rambe, Sekteraris Pemuda Tani Indonesia Madina Arya Benny Daulay, kepala desa Hutapungkut Jae, jajaran UPTD Pertanian, BPP Hutarimbaru, PPL, kelompok tani dan pihak terkait lainnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek Kotanopan AKP Syarifuddin Nasution menyampaikan bahwa kegiatan merupakan wujud dukungan terhadap program Asta Cita Presiden yang digunakan untuk menanam jagung dilahan produktif warga.
“ Ini merupakan bentuk dan wujud dukungan kita terhadap peningkatan ketahanan pangan nasional yang bertujuan meningkatkan produktifitas hasil pertanian secara nasional dan khususnya di wilayah Kotanopan dapat terpenuhi ke depan ,” ucapnya.

Sementara Kadis Pertanian Madina Taufik Zulhendra Ritonga menyampaikan Pemkab Madina memberikan berbagai bentuk dukungan penuh terhadap program ini, terutama dalam rangka mencapai swasembada dan ketahanan pangan nasional.
Dukungan ini sering kali merupakan kolaborasi antara pemkab, pemerintah pusat (melalui Kementerian Pertanian), dan lembaga lainnya, seperti TNI dan Polri.
Taufik mengatakan bahwa pada tahun 2025 ini, Madina mendapatkan bantuan bibit jagung dari Kementerian Pertanian sebanyak 24 ton ditambah 750 kilogram.
Program tanam jagung ini katanya tersebar di 16 Kecamatan dengan 150 kelompok tani dan dengan luas lahan yang akan ditanam mencapai 1.650 hektar.
Menurutnya, Penyuluhan Pertanian Lapangan ( PPL) memiliki tugas dan berperan penting dalam membina kelompok tani yang menanam jagung itu.
” PPL harus memberikan penyuluhan dan pendampingan tentang teknik budidaya jagung yang baik dan benar.Dengan demikian pertumbuhannya nanti maksimal dan hasilnya memuaskan petani ,” ucapnya.
Sedangkan Rahmat Rayyan Nasution dalam kesempatan itu mengingatkan para petani agar benar- benar memamfaatkan bantuan secara maksimal, karena tanam jagung saat ini sebuah program yang baik dari hasil sawah sekarang ini.
Rahmat yang juga Wakil Ketua Pemuda Tani Indonesia Sumut itu mengharapkan PPL untuk dapat memberikan kontribusi dan pendampingan terhadap kelompok tani yang akan melakukan pertanaman sebagai upaya ketahanan pangan yang merupakan Asta Cita Presiden di wilayah itu.
” PPL harus mendampingi petani secara intensif bagaimana tahapan budidaya pertanaman jagung yang baik dan benar, mulai dari persiapan lahan cara menanam, merawat hingga penanganan pascasarjana panen , ” ujarnya.
Disisi lain Rahmat juga mengharapkan agar pola pertanian di daerah itu dapat terus ditingkatkan dari manual menuju arah modernisasi.
” Diperlukan pola pertanian yang maju bukannya lagi manual, sehingga lahan yang ada benar- benar bisa dimamfaatkan dan penghasilan masyarakat petani meningkat ,” tuturnya.
Reporter Munir Lubis



















