Semburan Lumpur Panas Roburan Dolok Kian Meluas

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

Panyabungan, Mandailingpos- Semburan lumpur panas di desa Roburan Dolok, Panyabungan Selatan, Madina makin meresahkan. Jumlah titik semburan kian hari kian bertambah dan bermunculan di kebun kebun karet milik warga.

Keterangan yang dihimpun Kamis (24/4) menyebutkan, titik titik semburan lumpur panas ini muncul sejak beberapa tahun terakhir tepatnya setelah PT SMGP beroperasi.

Selain itu, sumber sumber air panas yang dulunya dijadikan tempat pemandian air panas oleh warga setempat kini sudah tidak bisa difungsikan lagi. Pasalnya, sumber mata air panas itu sudah mengeluarkan lumpur dan volumenya terus membesar.

Kahfi (30) salah satu warga mengatakan, di kebun miliknya juga muncul beberapa titik semburan lumpur baru. Sebelumnya hanya ada satu mata air panas di kebunnya, dan biasa digunakan sebagai tempat pemandian.

” Sekarang sudah mengeluarkan lumpur dan membentuk kawah kawah berlumpur sehingga banyak pokok karet kami yang mati. Titik titik semburan lumpur baru juga banyak yang timbul” kata Kahfi.

Kejadian ini kata Kahfi berlangsung sejak PT SMGP melakukan pengeboran di sekitar Roburan. Namun pengeboran tersebut dihentikan oleh Perusahaan dan tidak difungsikan sampai sekarang.

BACA JUGA:  Tim SVC VC Sabadolok Juara Turnamen Voli Anduring Cup Ke-II

Lebih lanjut Kahfi mengatakan, salah satu kebun di Roburan Dolok, semua tanaman Karet yang ada di kebun tersebut mati tanpa ada yang tersisa. ” Seluruh kebun tergenang oleh lumpur panas, sehingga tanaman yang ada di kebun itu mati semua” jelas Kahfi.

Kondisi ini juga membuat prihatin Ketua Ikatan Pemuda Madina (IPM), Tan Gozali. Pasalnya, semburan lumpur ini kian meluas dan sudah muncul beberapa titik di Desa Kayu Laut. Dan tidak menutup kemungkinan akan muncul di desa desa lainnya.

Menurut Tan, kejadian ini sudah barang tentu akan merugikan masyarakat, karena banyaknya tanaman karet warga yang mati karenanya.

” Kita tahu masyarakat Roburan sekitar atau panyabungan selatan ini banyak yang bergantung hidup dari menyadap karet ” kata Tan Gozali.

Lebih lanjut Tan menjelaskan, kejadian ini bukan semata fenomena alam. Dulu sebelum PT. SMGP belum beroperasi tidak pernah ada kejadian semburan seperti ini. ” Saya menduga, ini ada kaitannya dengan aktivitas PT. SMGP” tambah Tan.

BACA JUGA:  Usai Rumah dan Kantornya Disambagi KPK, Kadis PUPR Madina Tinjau Pengaspalan Jalan Pasar Lama

Tan juga berharap agar kejadian ini menjadi perhatian Pemerintah Daerah Mandailing Natal dan PT. SMGP.

Pendy

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!